Rihlah Ilmiah SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru Membuka Wawasan Kearifan Lokal Yogyakarta

Berita > Rihlah Ilmiah SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru Membuka Wawasan Kearifan Lokal Yogyakarta


Hari Selasa 15 Oktober 2024 lalu, SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru mengadakan rihlah ilmiah yang mengesankan dengan tujuan dua destinasi budaya terkemuka di Yogyakarta, yaitu Sentra Kerajinan Perak HS Silver dan Museum Sonobudoyo. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami kearifan lokal dan sejarah budaya yang kaya di Yogyakarta yang juga menjadi tema P5. Kegiatan rihlah ilmiah diikuti oleh murid-murid kelas VII sejumlah 122 peserta dan 10 guru pendamping.


Dalam kunjungan mereka ke Sentra Kerajinan Perak HS Silver, para siswa belajar secara langsung tentang proses pembuatan perak yang telah menjadi warisan budaya penting bagi masyarakat Yogyakarta. Mereka tidak hanya melihat proses kerajinan tangan yang rumit, tetapi juga berinteraksi dengan para pengrajin yang berbagi pengetahuan mereka dengan antusias.


Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta untuk solat berjamaah. Murid-murid solat berjamaah di Masjid yang jug dikenal dengan nama Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 29 Mei 1773. Masjid ini merupakan simbol harmonisasi sisi kebudayaan khas Kerajaan Yogyakarta yang sarat perjalanan sejarah dengan religiusitas masyarakatnya.


Selanjutnya, murid-murid berjalan kaki menuju Museum Sonobudoyo, tempat yang sarat dengan artefak bersejarah dan peninggalan budaya Jawa. Di sini, para siswa diajak untuk memahami lebih dalam sejarah dan perkembangan kebudayaan Jawa melalui pameran yang informatif dan edukatif.

Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru, Bapak Muh. Saifuddin, S.Si, menyatakan bahwa kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan akademis siswa, tetapi juga untuk mengenalkan mereka pada nilai-nilai budaya lokal yang penting untuk dilestarikan. “Kami berharap kunjungan ini dapat menginspirasi siswa untuk lebih mencintai dan menghargai kearifan lokal serta membangkitkan rasa kebanggaan akan warisan budaya kita,” ujarnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran yang berharga bagi siswa, tetapi juga sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membentuk siswa menjadi generasi yang menghargai dan melestarikan budaya.

Related Posts

Leave a Reply